header

Gali Potensi Ekonomi dan Pengenalan Fasilitas Fiskal di Aceh Utara dan Lhokseumawe

Lhokseumawe (07/02) – Telah dilaksanakan kegiatan Group Discussion oleh Bea Cukai Lhokseumawe dengan mendatangi pelaku UKM pada provinsi Aceh Utara dan Lhokseumawe dalam pemetaan potensi dan pengenalan fasilitas fiskal yang ada di bea cukai guna mendorong kegiatan ekspor pada wilayah tersebut. Dalam hal ini, Bea Cukai Lhokseumawe mendatangi pengusaha Sentra Bordir Khas Aceh yang terletak di Lhokseumawe dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) Kabupaten Aceh Utara.

Untuk wilayah Aceh Utara, Bea Cukai Lhokseumawe melangsungkan diskusinya dengan  Kepala Dinas KP2T. Dalam diskusinya, Kepala Dinas KP2T Aceh Utara memaparkan bahwa banyak sekali potensi yang dimiliki Kabupaten Aceh Utara seperti padi, sawit, ikan dan lain-lain. Untuk potensi kelautan, karena potensi perikanan di Kabupaten Aceh Utara sendiri melimpah, acapkali Kabupaten ini mengirim produknya ke Kota Medan. Tak bisa dipungkiri bahwa potensi ekspor produk perikanan Kabupaten Aceh Utara sangat besar, namun terkendala pada dana dan pengetahuan ekspor calon pengusaha yang terbatas.
Setelah diberikan pemaparan singkat tersebut, Bea Cukai Lhokseumawe memberitahukan beberapa fasilitas yang bisa diberikan ke calon pengusaha jika ingin meningkatkan usahanya dengan mengekspor produk.
Selain itu, di wilayah Lhokseumawe, Bea Cukai Lhokseumawe mendatangi Sentra Bordir Khas Aceh dan langsung berdiskusi dengan pengusaha. Bea Cukai Lhokseumawe menilai bahwa produk Bordir di Sentra tersebut memiliki corak yang unik dan berpotensi besar untuk diekspor keluar negeri.
Dalam kegiatan ini, Bea Cukai Lhokseumawe menjelaskan mengenai Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM), apa saja syarat, prosedur maupun fasilitas yang dapat diberikan untuk Sentra Bordir Khas Aceh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *