header

Kembangkan Potensi Ekonomi Aceh Utara berupa Pisang Cavendish

Bener Meriah (18/2) – Di Jl. Bener Meriah – Bireun, Kabupaten Bener Meriah, akan dilakukan penanaman perdana pisang jenis cavendish oleh perusahaan yang sudah malang melintang di dunia hortikultura yaitu, PT. Great Giant Pineapple (GGP) yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Bener Meriah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Pemkab Bener Meriah dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam rangka pengembangan potensi ekonomi di wilayah Kabupaten Bener Meriah.Kabupaten Bener Meriah merupakan lahan ketiga yang dipilih oleh PT. Great Giant Pineapple sebagai lokasi demo plotting pisang cavendish setelah Bali dan Blitar. Selain tiga daerah ini beberapa Kota/Kabupaten yang memiliki potensi hortikultura di Indonesia antara lain seperti Kota Madiun, Kab. Madiun, Bondowoso, Magetan, Pacitan, Ponorogo, dan Nganjuk. Terdapat juga dari Pulau Sumatera seperti Mandailing Natal (Sumut), Humbang Hasundutan (Sumut), dan Lingga (Riau). Penanaman produk hortikultura ini tidak hanya semata penanaman untuk kepentingan GGP melainkan adanya transfer teknik dan pengetahuan yang didukung teknologi sehingga kedepannya para petani dapat menghasilkan produk unggulan. Pemerintah dalam hal ini Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Pemkab Bener Meriah serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sangat mendukung upaya yang dilakukan GGP. Dari sisi fasilitas fiskal, DJBC mengasistensi GGP untuk mendapatkan fasilitas Kawasan Berikat seperti halnya di Lampung. Sedangkan Pemkab Bener Meriah akan memfasilitasi dan memberi kemudahan dalam pengurusan perijinan dan penyediaan lahan. Kedepannya diharapkan GGP akan menjadi pemicu bagi perusahaan lain untuk berusaha di Bener Meriah khususnya dan wilayah Aceh pada umumnya.Tgk. H. Ahmad Syarkawi, Bupati Bener Meriah menyambut dengan sangat baik rencana pengembangan potensi alam di wilayah pemerintahannya. Direktur PT GGF, Welly Soegiono dalam sambutannya sangat mengapresiasi kerja Bea Cukai Aceh dalam mendorong serta memfasilitasi adanya kerja sama ini. Sehingga diharapkan nantinya, produk Pisang Cavendish Bener Meriah juga akan dikenal mendunia seperti halnya Kopi Gayo. Safuadi, Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh dalam acara ini menyatakan, “Kami, Bea Cukai Aceh tidak hanya berperan di posisi hulu ataupun hilir kalau urusannya untuk pengembangan perekonomian Provinsi Aceh ini. Kami bersedia menjadi garda terdepan dalam berperan demi kemajuan perekonomian Aceh.” tegas Safuadi dalam menutup sambutannya.Dalam acara ini turut hadir pula pada kegiatan ini antara lain Kepala KPPBC TMP C Lhokseumawe, M. Rizki Baidillah; Asisten Deputi Bidang Agribisnis Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti; Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman; Pejabat Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Bondowoso serta perwakilan kementerian dan lembaga lainnya.
Di tahun 2020 ini, kegiatan ekspor diharapkan menjadi andalan dalam rangka meningkatkan ekonomi nasional, bukan hanya dari sisi komoditi melainkan juga penyerapan tenaga kerja serta multiflyer effect lainnya. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang tidak akan terwujud tanpa koordinasi antar instansi baik pusat maupun daerah. Harapan bersama dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan gairah perekonomian demi terwujudnya Indonesia yang mandiri dan berdaya saing. Diharapkan dengan dimulainya penanaman pisang cavendish ini menjadi titik awal dimulainya pertumbuhan industri-industri padat karya lainnya di Aceh, karena Aceh mempunya keunggulan di bidang hortikultura, perikanan dan peternakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *