Jl. Iskandar Muda No.17, Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam 24351

IMG_0525

Berkah Sinergi, Bea Cukai Lhokseumawe Hibah 17,5 Ton Bawang Merah

Lhokseumawe (18/03) – Mewujudkan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yaitu Community Protector, Bea Cukai terus gencar melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang ilegal. Berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa akan adanya pemasukan bawang merah ilegal, maka dibentuklah tim pengawasan laut dari Kanwil Bea Cukai Aceh bersama Ditpolariud Polda Aceh, serta tim darat dari Bea Cukai Lhokseumawe bersama Denpom IM/1 Lhokseumawe. Pada tanggal 8 Maret 2021 tim gabungan menemukan bawang merah ilegal di dalam kapal KM Fortuner GT.45 Nomor 385/QQM yang ditinggalkan ABK-nya di TPI Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Selanjutnya tim juga menemukan 2 unit truck colt diesel dan 1 unit mobil pick up yang terparkir tidak jauh dari lokasi TPI tersebut dengan kondisi sudah ditinggalkan oleh pemiliknya bermuatan bawang merah ilegal yang diduga hasil bongkaran dari kapal KM Fortuner GT.45 Nomor 385/QQM tersebut. Atas temuan tersebut, telah dilakukan penegahan sebanyak ± 17,5 ton bawang merah dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp. 525.600.000,- (lima ratus dua puluh lima juta enam ratus ribu rupiah) dengan potensi kerugian negara diperkirakan sebesar Rp. 215.496.000,- (dua ratus lima belas juta empat ratus sembilan puluh enam ribu rupiah).

Selanjutnya, Bea Cukai Lhokseumawe bermaksud menghibahkan bawang merah tersebut ke Pemerintah Daerah Aceh Utara dan beberapa Dayah di Aceh Besar, yang telah mendapat Persetujuan Hibah melalui surat Kakanwil DJKN Aceh Nomor S-77/WKN.01/2021 dan S-78/WKN.01/2021, serta surat Kepala KPKNL Lhokseumawe Nomor S-28/MK.6/WKN.01/KNL.02/2021 serta telah dinyatakan Bebas OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) dari Karantina Pertanian sesuai Laporan Hasil Pengujian No. 074/K.41/D/I/KT/03/2021.

Diharapkan dengan hibah bawang merah ini, Bea Cukai dapat membantu meringankan ekonomi masyarakat yang membutuhkan di tengah pandemi covid-19 ini. Keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan bawang merah ilegal ini merupakan wujud sinergi antara Bea Cukai, TNI dan Polri, serta peran aktif masyarakat. Diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan dan/atau membeli barang hasil penyelundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi masyarakat, industri dan perdagangan dalam negeri serta mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk dan pajak. Hal ini sejalan dengan fungsi bea cukai yaitu community protector, trade facilitator, industrial assistance dan revenue collector untuk menjadikan Indonesia Maju melalui Kementerian Keuangan Terpercaya dan Bea Cukai Makin Baik.

Share this article.
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments